BIDANG YANG ADA DALAM AKUNTANSI

Menurut Weygandt, J. J dkk (2019), akuntansi adalah aktivitas meliputi identifikasi, pencatatan, dan
komunikasi atas transaksi ekonomi pada suatu perusahaan pada stake holder atau pihak
berkepentingan.


Akuntansi akan dapat membantu perusahaan dalam penyusunan laporan keuanganyang valid,
transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Laporan keuangan akan digunakan sebagai bahan
evaluasi bagi bagian internal perusahaan juga sebagai bahan pertimbangan keputusan finansial
bagi bagian eksternal perusahaan.


Akuntansi memiliki berbagai bidang spesialisasi yang akan membuat kinerja perusahaan semakin
efisien. Seiring dengan berkembangnya khazanah keilmuan, bidang akuntansi ini dapat bertumbuh
lagi dengan segala penyesuaian dan perkembangan teknologi yang ada. Setidaknya terdapat 13
bidang dala akuntansi, diantaranya:

  1. Akuntansi Pemeriksaan (Auditing)
    Bidang audit adalah akuntansi yang membahas mengenai pengawasan dan pemeriksaan laporan
    keuangan dari perusahaan dalam suatu periode akuntansi. Tujuan utama dari aktivitas audit
    adalah untuk memastikan bahwa laporan keuangan telah sesuai dan dapat dipercaya. Dalam
    proses audit, auditor perlu untuk memperhatikan objektivitas dan independensi mereka. Dengan
    begitu, laporan keuangan perusahaan pun dapat dipertanggungjawabkan.
  2. Akuntansi Keuangan (Financial Accounting)
    Akuntansi keuangan adalah bidang akuntansi yang membahas mengenai seluruh proses
    akuntansi dari suatu individu maupun unit organisasi perusahaan. Fungsi utama dari bidang
    akuntansi keuangan ini adalah agar perusahaan dapat melakukan transaksi keuangan dengan
    hasil akhir berupa laporan keuangan. Akuntan keuangan diharapkan mampu membuat laporan
    keuangan yang mudah dicerna bagi pemegang kepentingan yang membutuhkan informasi data
    keuangan perusahaan.
  3. Akuntansi Perpajakan (Tax Accounting)
    Jenis bidang akuntansi perpajakan adalah suatu bidang yang berkaitan dengan aktivitas
    penghitungan nominal pajak pada suatu badan organisasi. Selain itu, Akuntan pajak pun harus
    menentukan objek pajak serta tarif yang berlaku untuk objek pajak tersebut berdasar dari
    undang-undang yang berlaku. Dengan demikian, sangat penting bagi spesialis akuntansi
    perpajakan untuk dapat mengetahui pasal dan undang-undang terkait pajak.
  4. Akuntansi Biaya (Cost Accounting)
    Selanjutnya, salah satu jenis bidang akuntansi yang tidak kalah populer adalah akuntansi biaya.
    Seperti namanya, jenis akuntansi ini membahas tentang pencatatan dan pengikhtisaran
    berbagai biaya (biaya operasional, overhead, serta non operasional) yang ada pada perusahaan.
    Dengan akuntansi biaya, perusahaan diharapkan mampu menentukan harga yang tepat bagi
    suatu produk perusahaan. Perusahaan dapat memperoleh keuntungan yang optimal dengan
    www.kja-aisupardini.id Article No.02/062024
    biaya yang efektif dan efisien. Akuntansi biaya akan memuat berbagai metode alokasi biaya yang
    paling cocok dan menguntungkan bagi perusahaan. Metode alokasi biaya yang sering dijumpai
    pada akuntansi biaya adalah Activity Based Costing (ABC).
  5. Akuntansi Manajemen (Management Accounting)
    Jenis bidang akuntansi lainnya adalah akuntansi manajemen. Akuntansi manajemen merupakan
    bidang akuntansi yang hasil laporannya akan ditunjukkan untuk keperluan pihak internal,
    khususnya bagi pihak manajemen yang bertugas mengambil keputusan penting dalam
    perusahaan.Data akuntansi manajemen dapat digunakan untuk pengelolaan kegiatan
    perusahaan, pengawasan pengeluaran dan pemasukan arus kas, juga tentunya untuk
    pengambilan keputusan penting oleh manajer.
  6. Akuntansi Anggaran (Budgetary Accounting)
    Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), anggaran adalah taksiran kas keluar dan masuk
    dari suatu kesatuan ekonomi di masa mendatang. Akuntansi anggaran atau budgetary
    accounting merupakan akuntansi yang berkaitan dengan pengelolaan data perusahaan untuk
    perencanaan masa depan perusahaan.
    Salah satu manfaat dari akuntansi anggaran adalah perusahaan dapat melihat kinerja finansial
    mereka di masa mendatang, dengan melihat penghitungan proyeksi dan forecasting. Dengan
    mengetahui ramalan kondisi keuangan perusahaan di masa mendatang, perusahaan mampu
    menyusun berbagai kebijakan yang sesuai dengan kondisi perusahaan tersebut.
  7. Akuntansi Pemerintahan (Governmental Accounting)
    bidang akuntansi pemerintahan merupakan akuntansi yang membahas aktivitas pencatatan,
    pengikhtisaran, dan pelaporan data keuangan pada badan pemerintah. Salah satu hasil utama
    dari akuntansi pemerintahan adalah akuntan diharapkan dapat melaporkan laporan keuangan
    yang dapat dipertanggungjawabkan, terlebih karena akuntansi pemerintahan bersinggungan
    dengan data keuangan negara.
  8. Akuntansi Perbankan (Banking Accounting)
    Jenis bidang akuntansi perbankan adalah akuntansi yang membahas pencatatan,
    pengikhtisaran, dan pelaporan data transaksi keuangan pada lembaga perbankan. Data
    transaksi keuangan tersebut nantinya akan disajikan dalam bentuk laporan keuangan. Laporan
    Keuangan tersebut berisi informasi penting bagi para pemegang kepentingan (baik itu pihak
    internal perusahaan seperti manajemen dan pekerja maupun pihak eksternal seperti kreditur
    dan nasabah)
  9. Akuntansi Internasional (International Accounting)
    Bidang akuntansi internasional merupakan akuntansi yang meliputi transaksi keuangan dengan
    tidak memandang batas negara, akuntansi ini akan membandingkan prinsip akuntansi dari
    negara yang terlibat dalam transaksi. Dengan adanya akuntansi internasional, pemenuhan
    kebutuhan masyarakat dunia pun akan semakin terjamin apalagi dengan berkembangnya
    globalisasi.
  10. Akuntansi Sosial (Social Accounting)
    Jenis akuntansi sosial merupakan akuntansi yang berkaitan dengan proses pencatatan dan
    pelaporan atas data keuangan suatu organisasi dengan tujuan sebagai bentuk tanggung jawab
    sosial perusahaan bagi para pemegang kepentingan. Dengan akuntansi sosial, perusahaan
    akan menyajikan laporan keuangan atas kontribusi sosial dari perusahaan serta biaya sosial
    perusahaan baik itu atas pihak internal maupun pihak eksternal perusahaan.
  11. Akuntansi Keperilakuan (Behavioral Accounting)
    Akuntansi keperilakuan adalah bagian dari akuntansi yang mempertimbangkan adanya faktor
    perilaku dari pekerja yang akan berpengaruh pada proses akuntansi perusahaan. Jenis
    akuntansi ini pun membahas bahwa perilaku pekerja dapat dipengaruhi oleh keputusan yang
    diterapkan oleh perusahaan. Karena sifatnya yang sangat berkaitan dengan perilaku pekerja,
    cabang akuntansi ini pun dapat disebut sebagai human resource accounting atau akuntansi
    sumber daya manusia.
  12. Akuntansi Pendidikan (Educational Accounting)
    Akuntansi pendidikan merupakan salah satu bidang profesi yang banyak digeluti oleh banyak
    kalangan dewasa ini. Tidak seperti banyak jenis akuntansi lainnya yang akan cenderung
    berprofesi sebagai praktisi akuntan, akuntansi pendidikan merupakan akuntansi yang memiliki
    arah pada ranah pendidikan.
    Akuntansi pendidikan ini mungkin akan sangat familier kamu temui pada khususnya apabila
    kamu merupakan seorang siswa yang memperoleh mata pelajaran akuntansi, atau apabila
    kamu mahasiswa yang memperoleh matkul akuntansi.
  13. Sistem Akuntansi (Accounting System)
    Bidang akuntansi sistem akuntansi merupakan akuntansi yang berhubungan dengan prosedur
    atau aturan pencatatan dan penyajian laporan akuntansi